Pemerintah Kota (Pemko) Lhokseumawe di bawah kepemimpinan Suaidi Yahya-Nazaruddin, melaksanakan program umrah gratis kepada imam gampong dan imam masjid. Sejak 2013, setiap tahun, imam gampong dan imam masjid diberangkatan secara bertahap.

Untuk menentukan imam-imam yang akan berangkat umrah, pemerintah melakukan seleksi imam teladan yang dilaksanakan Dinas Syariat Islam Kota Lhokseumawe.

Sejak 2013 sampai 2015, Pemko Lhokseumawe sudah memberangkatkan 40 imam gampong dan imam masjid. Tahun 2016 ini, Pemko juga akan memberangkat 40 imam lagi, yakni 20 imam gampong dan 20 imam masjid. Ke 40 imam tersebut akan diberangkatkan untuk melaksanakan umrah, pada akhir April ini.

Wali Kota Lhokseumawe, Suaidi Yahya, menyebutkan, program umrah gratis bagi imam teladan, merupakan program prioritasnya. Program ini diluncurkan sebagai bentuk perhatian dan ucapan terima kasih Pemerintah Kota Lhokseumawe kepada imam masjid dan imam gampong, yang selama ini sangat berjasa dalam kemaslahatan umat di Kota Lhokseumawe.

“Kenapa kita berangkatkan secara bertahap, karena disesuaikan dengan kemampuan keuangan daerah. Tapi sesuai rencana saya, tahun 2017 nanti, seluruh imam gampong dan imam masjid di Kota Lhokseumawe sudah kami berangkatkan untuk melaksanakan umrah,” janjinya.

Juga Umrahkan Petugas Kebersihan
KABAG Humas Pemko Lhokseumawe, Muslim Yusuf menambakan, tahun ini Pemko Lhokseumawe juga mengumrahkan lima petugas kebersihan. Seleksinya sudah dilakukan oleh Badan Lingkungan Hidup dan Kebersihan (BLHK) setempat. Ini juga merupakan bentuk terima kasih pada petugas kebersihan yang sangat berjasa menjaga kebersihan dan keindahan Kota Lhokseumawe. “Petugas kebersihan akan berangkat bersama dengan para imam teladan,” kata Muslim.

Sisa 46 Imam Lagi
KEPALA Dinas Syariat Islam Lhokseumawe, Zulkifli mengatakan, sisa imam gampong dan imam masjid yang belum diberangkatkan umrah oleh pemerintah 46 orang lagi. Terdiri atas 19 imam masjid dan 27 imam gampong. Imam yang belum umrah ini akan diberangkatkan tahun 2017, setelah melalui proses seleksi. “Karena proses seleksi itu juga untuk menentukan imam teladan tahun 2017 yang juga berhak mendapatkan Piala Wali Kota,” jelasnya.

Seleksi 308 Petugas Kebersihan
KEPALA Badan Lingkungan Hidup dan Kebersihan (BLHK) Kota Lhokseumawe, Drs Zulkifli MSM, mengatakan, petugas kebersihan yang ikut seleksi untuk diberangkatkan umrah sebanyak 308 orang. Seleksi dimulai sejak Juli 2015. Yang dinilai kedisiplinan, loyalitas, tidak pernah bermasalah, dan beberapa item lainnya. Sehingga Maret 2016 terpilih 20 besar. “Untuk 20 besar baru diseleksi tentang keagamaan. Sehingga terpilihlah lima orang untuk berangkat umrah tahun ini,” ujarnya.

Tak Menyangka Bisa Umrah
IMAM Gampong Mon Geudong, Tgk Abdul Muthaleb yang diberangkatkan umrah pada 2014, mengaku tak pernah menyangka ia bisa berangkat umrah secara gartis. “Saya sangat senang. Saya menilai program umrah gratis bagi imam ini sangat bagus dilaksanakan Wali Kota Lhokseumawe. Saya berharap ke depan, program ini bisa terus dilakukan oleh Pak Wali,” ujarnya.

Mimpi Pun tak Pernah
NASRULLAH Mahmud, asal Teumpok Teungoh sudah menjadi petugas kebersihan selama 10 tahun. Sebagai umat Islam, ia tetap bercita-cita bisa berangkat haji. “Tapi alhamdulillah tahun ini saya dapat kesempatan umrah gratis. Mimpi pun tak pernah bisa umrah gratis,” katanya. Ia juga berharap program itu terus berlanjut, sehingga petugas kebersihan lainnya bisa merasakan kebahagiaan seperti yang ia rasakan saat ini. “Terima kasih pada Bapak Suaidi Yahya,” ucapnya penuh haru. [tribunnews]

Halaman ini Sudah dilihat Sebanyak
206 Kali